AL FITHRAH GOES TO CHINA

(BERSAMA KEMENAG SEBARKAN PERDAMAIAN DUNIA)

0

Beijing, China- Santri pada umumnya hanya bisa mengaji dan bertapa di pondok, namun tidak pada tahun ini. Kementrian luar negeri Indonesia bekerja sama dengan kementrian agama Republik Indonesia membuat program khusus santri dalam kegiatan “Santri untuk Perdamaian Dunia, Goes to China” pada senin(25/11), bukti bahwa santri tidak hanya bisa mengaji dan bertapa di pondok namun mereka berkontribusi terhadap perdamaian dunia sebagai implementasi nilai moral yang diajarkan dalam pendidikan pesantren. Kegiatan tersebut juga sebagai jawaban stigma masyarakat international bahwa pesantren merupakan lahan subur bagi kelompok radikal.

Kegiatan ini melibatkan 10 santri Ma’had Aly se-Indonesia yang terpilih dari hasil seleksi paper dan wawancara yang dilaksanakan pada bulan November lalu. Mereka berasal dari berbagai daerah yaitu Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Demak, Jombang, DKI Jakarta, Tasikmalaya, Pati, Aceh, dan Surabaya. Sanjung nan syukur saya haturkan bisa mendapat kesempatan sebagai salah satu partisipan dalam kegiatan ini, barokah guru pembimbing Romo KH Achmad Asrori Al-ishaqy RA sebagai pendiri Ma’had Aly Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya, dukungan orang tua, guru dan juga orang-orang terdekat.

Di Negara yang saya impikan sejak duduk di bangku sekolah dasar ini, kami mengunjungi berbagai institusi dan berinteraksi langsung dengan keadaan China sebagai Negara yang maju dalam berbagai bidang. Beberapa diantaranya yaitu berkunjung ke Kedutaan Besar Republic Indonesia (KBRI) Beijing, mengadakan pertemuan dengan pelajar muslim Indonesia dalam komunitas Lingkar Pengajian Beijing (LPB), dan melakukan pertemuan dengan Kementrian Luar Negri Tiongkok.

Kedutaan Besar Republic Indonesia Beijing menyambut dengan baik kedatangan santri Indonesia untuk perdamaian dunia. Kementrian luar negeri Tiongkok juga sangat mendukung adanya program Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia sebagai penghapus stigma negative terhadap santri dan pesantren. Diakhir diskusi kami, Mr. Sun Yi sebagai Deputi Direktur Jenderal Urusan Asia Tiongkok menawarkan kepada para santri untuk melanjutkan studi di Tiongkok dengan beasiswa dari pemerintah Tiongkok. Rencananya, di tahun-tahun akan datang pemerintah Tiongkok akan membuka beasiswa kuliah bagi lulusan pesantren untuk melanjutkan study ke Tiongkok di berbagai macam jurusan.

Selain itu, kami melakukan kunjungan sosial budaya ke Nasional Museum of China untuk mempelajari sejarah Tiongkok dari masa ke masa. Kemudian dilanjutkan ke Masjid Neujie, sebagai Masjid terbesar yang juga menjadi titik awal masuknya Islam di Tiongkok, terletak di jalan Neuji, distrik xuanwu Beijing.

Namun sebelum itu, kami terlebih ke China Islamic Asosiation(CIA). Disana kami berkesempatan berdialog dengan Ma Zhongping sebagai Sekretaris Jendral CIA. Beliau memaparkan sejarah masuknya Islam ke China, perkembangan penyebaran agama Islam di China dan keadaan muslim di China yang mayoritas bermadzhab Hanafi. Kemudian di akhir pembicaraan, Ma Zhongping mengungkapkan bahwa ia setuju dan sangat mendukung adanya lembaga pesantren di Indonesia yang tidak pernah mengajarkan paham radikal, apalagi terorisme. Salah satu buktinya adalah dengan kehadiran santri sebagai objek pendidikan pesantren mau berkunjung dan berdiskusi hangat di sebuah aula pertemuan yang terletak di negeri tirai bamboo ini.

Untuk mempelajari perkembangan teknologi di China kami berkunjung ke Xiomi kampus, sebuah perusahaan ponsel terbesar didunia yang terletak di Utara Beijing. Tak hanya handphone, disana terdapat alat-alat electronic berbasis 5G dan cyber, terdapat koper digital, tumbler, pembersih rumah otomatis dan beberapa perabot rumah tangga yang tercover dalam smart home sehingga tak perlu lagi manusia disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah seperti menyapu, menutup gorden, menyalakan TV dan sebagainya. Sebab semua telah otomatis tersistem dalam sebuah aplikasi. Juga masih banyak macam produk yang diciptakan dengan komposisi bahan sendiri tanpa membeli dari perusahaan lain. Dari kegiatan ini, diharapkan dunia pesantren dapat mengimplementasikan edukasi pesantren yang berbasis digital diera revolusi industry 4.0.

Selanjutnya kami memenuhi undangan JD. Com, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok yang terletak di Beijing. untuk mendalami perkembangan pesat perdagangan online, yakni menggunakan robot sebagai teknologi supply chain dan proses delivery produk. Sebagai pendorong lembaga pendidikan pesantren agar inovatif dalam menumbuhkan entrepreneurship.

Tak lupa, dihari terakhir kami sempatkan mampir ke “Great Wall” salah satu keajaiban dunia yang ada di China yang biasa disebut “Tembok Raksasa China”. Uniknya, barang siapa yang sudah mengunjungi dan naik ke tembok raksasa ini di juluki sebagai pahlawan kata tour guide yang menjadi pendamping kami selama di China. Sebuah keberuntungan bagi kami masyarakat yang berada di iklim tropis untuk menikmati dinginnya hujan salju waktu itu. Hari dimana salju turun pertama kali pada tahun ini, tepat setelah kami turun dari panjangnya tembok China yang berukuran sekitar…. Km itu. Tak heran jika kami menikmatinya sambil memakan butiran-butiran salju yang menyerupai es batu serut dalam mangkok es campur di Indonesia.

Pergi ke Luar Negeri bagi orang berpendidikan nonpesantren mungkin sudah biasa. Tapi bagi kami sebagai santri, merupakan pelajaran berharga dan luar biasa. Inilah yang kemudian menjadi PR bagi kita sebagai santri Indonesia untuk menjadi santri yang moderat, up to date dalam teknologi, dan bisa mengaplikasikan ilmu dan amal sesuai dengan perkembangan zaman. ,by Ni’matul Hikmah

Leave A Reply

Your email address will not be published.