MONEV PEMPROV JATIM DI MA’HAD ALY AL FITHRAH

0
Kamis, 1 Agustus 2019, sebanyak 31 mahasantri baru dan para dosen Ma’had Aly Al Fithrah menyambut beberapa pejabat dari Pemprov Jatim, di Ma’had Aly Al Fithrah. Sebelum pelaksanaan Monev, pada pukul 07.30 WIB, para mahasantri menyambut kedatangan pemerintah provinsi dengan hadrah. “Antusiasme mahasantri saat menyambut tersebut terasa lebih hidup, merupakan penyambutan yang sangat mulya dan tak pernah diduga sebelumnya akan disambut semulya ini. Entah ini masuk pada perencanaan acara atau memang sudah menjadi adat di pondok ini ketika menyambut tamu.” Tutur pak Sunaryo. Acara dimulai dengan bacaan tawassul yang dipimpin oleh Ust Fathur Rozi, kemudian istighotsah oleh Ust Imam Bashori, kemudian sholawat fii hubbi oleh Ust Abdul Hadi, dan doa oleh Ust Ali Mastur.
Acara ini, merupakan agenda rutinan yang diadakan oleh pemrov Jatim. Mudir Ma’had Aly Al Fithrah, Ust Fathur Rozi, menyampaikan bahwa adanya acara ini adalah “seperti orang tua yang menjenguk anaknya, Pemprov ini adalah orang tua kita”. Sedangkan tujuan dari agendanya, untuk meninjau dan mengevaluasi program-program di Ma’had Aly Al Fithrah. Program-program dari setiap divisi dianalisa kekuatan, kekurangan, dan kelebihannya sehingga dapat terlihat bagaimana suatu kegiatan bisa terlaksana secara efektif atau tidak. Selain itu, Pak Sunaryo juga memberikan masukan dan saran untuk setiap divisi atas program yang masih memiliki kekurangan. Banyak sekali masukan dan saran dari beliau yang sangat bermanfaat. Dari semua evaluasi ini didokumentasikan agar dapat benar- benar diterapkan dikemudian hari. Harapan Mudir dari agenda ini agar program-program di Ma’had Aly Al Fithrah berjalan efektif, memiliki kualitas yang bagus dan dapat menjadi contoh untuk Ma’had Aly lain.
Dalam kesempatan itu, Ust. Fathur Rozi menjelaskan bahwa Ma’had Aly Al Fithrah didirikan sejak tahun 2007. Namun, pada saat itu masih belum ada responan dari kementrian agama mengenai SK MAY Al Fithrah sebagai jenjang pendidikan formal berbasis pesantren. Sehingga sampai pada tuturan pak Sunaryo “Menurut UNICEF Indonesia termasuk urutan ke 114 dari 120 negara yang butahuruf. Setelah ditelusuri ternyata letak kebutahurufan ini terbanyak berada di pesantren. Mengapa? Karena belum adanya ijazah yang formal pada saat itu untuk pesantren, akhirnya pesantren mengeluarkan syahadah untuk para lulusannya, lalu syahadah ini di Indonesia tidak diterima padahal di Mesir (luar negri) ini diterima”. Dari ini, syahadah menurut UNICEF terhitung pada kategori masih butahuruf sehingga tidak diterima di perguruan tinggi. Itu sebabnya, pada tahun 2015 Kementrian Agama memberikan SK Ma’had Aly sebagai jenjang pendidikan formal berbasis pesantren atau dengan kata lain mengesahkan legalitas Ma’had Aly sebagai salah satu pendidikan tinggi di Indonesia.
Pemerintahan Provinsi Jatim juga mempunyai inisiatif untuk memberikan beasiswa kepada lembaga ma’had aly, seperti yang diungkapkan Ust Fathut Rozi, “masing-masing Ma’had Aly mendapat alokasi 20 mahasantri. Dan tiap mahasantri mendapat bantuan biaya pendidikan sebesar sepuluh juta. Dan setelah empat tahun lulus, para mahasantri ini akan dikirim di Ma’had Aly Al Fithrah cabang yang telah didirikan oleh beliau Hadratus syaikh selama dua tahun”.
Sampailah di penghujung acara, sebagai penutup Pak Sunaryo memberikan pesan- pesan kepada para mahasantri bahwa “kuliah harus tepat waktu dan harus sampai tuntas. Jangan ditunda atau berhenti di tengah perjalanan. Karena kalau berhenti di tengah perjalanan, biaya ditanggung sendiri. Diniati mengabdi, orang yang berkhidmah (mengabdi) ini perbuatan yang mulya dan termasuk orang yang bertaqwa. Taqwa menurut saya adalah taat dan manut. Manut terhadap apa yang diperintah Hadratus syaikh”. Dengan bacaan doa yang dipimpin oleh Ust Syatori, acara berjalan dengan lancar dan selesai pada pukul 10.00. Lalu dilanjut dengan mushofahah bersama seluruh pejabat perwakilan Pemprov. (Nur Hidayah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.